Belasan Tahun Keruk Hasil Alam, PT Daka Group “Hadiahi” Lumpur dan Debu ke Siswa SDN 3 Laskep
KASUISTIK.COM: Belasan tahun mengeruk hasil alam di Desa Boedingi, Kecamatan Lasolo Kepulauan (Laskep), Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), PT Daka Group disebut tak berkontribusi terhadap kemajuan dunia pendidikan di daerah tersebut.
Bahkan, aktivitas pertambangan perusahaan milik adik mantan Gubernur Sultra itu menjadi momok mengerikan bagi peserta didik SDN 3 Laskep.
Pasalnya, kondisi satu-satunya tempat anak-anak usia dini Desa Boedingi mengenyam pendidikan sangat memperihatinkan. Bukannya disibukan dengan belajar, peserta didik justru diperhadapkan dengan lumpur dan debu, akibat aktivitas pertambangan PT Daka Group.
Janji relokasi sekolah ke tempat yang lebih aman sempat diutarakan pihak management perusahaan. Sayangnya, niatan tersebut tak kunjung direalisasikan.
Anehnya, Pemerintah Kabupaten Konut justru tak bergeming dan cenderung melegalkan aktivitas pertambangan di wilayah sarana pendidikan, tak ada niat untuk mendesak PT Daka Group menunaikan janji relokasi, ataupun menghentikan aktivitas pertambangan tersebut.
”Dampaknya pada saat hujan, lumpur naik di teras (bangunan sekolah), ” ungkap Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 3 Lasolo, Asrifin, Rabu 16 Juli 2025. .
”Bahkan, PT Daka Group ini tidak pernah ada kontribusinya pada siswa di sekolah,” kata Asrifin.
Editor: Ikas




