KASUISTIK

Ambisi Event Internasional: Kendari Diterpa Banjir, Lingkungan Terabaikan? ‎

Batang dan ranting pohon yang ditebang Pemkot Kendari jelang UCLG ASPAC 2026 menyumbat drainase. Foto: Mirkas/kasuistik.com

KASUISTIK.COM – Persiapan pelaksanaan event internasional bertajuk UCLG ASPAC 2026 yang akan digelar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menuai sorotan publik.

‎Agenda berskala internasional yang diharapkan mampu mendongkrak citra daerah itu justru dinilai memunculkan persoalan baru, terutama di sektor lingkungan.

‎Sejumlah pihak menilai, langkah-langkah persiapan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari belum sepenuhnya mempertimbangkan dampak ekologis.

‎Salah satu yang menjadi perhatian adalah terjadinya banjir di beberapa titik kota. Banjir tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas penebangan pohon yang dilakukan di sejumlah ruas jalan.

‎Penebangan itu disebut sebagai bagian dari program penataan kota guna menyambut pelaksanaan UCLG ASPAC 2026.

‎Namun, kebijakan tersebut justru memicu kritik karena dianggap mengurangi daya resap air serta memperparah sistem drainase yang ada.

‎Tidak hanya itu, sisa-sisa penebangan seperti ranting dan batang pohon dilaporkan turut menyumbat saluran air di beberapa lokasi. Kondisi ini dinilai memperburuk genangan air saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kota Kendari.

‎Kantor Dinas Kominfo Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) merupakan salah satu wilayah yang terendam banjir, setinggi lutut orang dewasa.

‎Pantauan awak media ini, banjir tersebut merendam sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua.

‎Plt. Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sultra, Andi Syahrir membenarkan perihal banjir yang merendam kantor instansi yang dipimpinnya itu.

‎”Akibat bekas pohon yg ditebang, jatuh ke dalam selokan, menyumbat aliran air,” tulis Andi Syahrir saat dikonfirmasi via WhatsApp, Jumat 10 April 2025. (m2/iks)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan